Categories Uncategorized

85% Keluarga Berpenghasilan Rendah Dukung MBG, Pemerintah Perkuat Standarisasi SPPG

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan dampak positif dan mendapat dukungan luas dari masyarakat. Data riset RISED di tiga kabupaten/kota di Jawa Tengah mencatat, 85% keluarga dengan pengeluaran di bawah Rp1 juta mendukung keberlanjutan program ini. Dukungan juga datang dari kelompok lain: 78% (Rp1–3 juta), 75% (Rp3–5 juta), dan 60% (Rp5–10 juta).

Tingginya dukungan ini mempertegas bahwa MBG menjadi program yang relevan dan dirasakan manfaatnya, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan program, Badan Gizi Nasional (BGN) активно melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan standar operasional, kualitas menu, ketepatan distribusi, dan higienitas benar-benar terjaga.

Direktur RISED, Fajar Rahmadi, menilai dukungan publik yang terus tumbuh harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan. Evaluasi terhadap ketepatan pengantaran, jenis dan kualitas menu menjadi bagian penting agar program semakin optimal.

BGN juga menunjukkan ketegasan dengan memberi sanksi hingga penghentian sementara bagi SPPG yang tidak memenuhi standar. Fokus pengawasan meliputi kepatuhan terhadap SOP, kebersihan dapur, serta keamanan pangan.

Langkah ini turut ditegaskan dalam sidak oleh Brigjen Albertus Dony Dewantoro, yang menyoroti pentingnya penerapan standar dapur yang layak, mulai dari penggunaan seragam hingga tata kelola proses produksi makanan.

Dengan dukungan masyarakat yang kuat serta pengawasan dan standarisasi yang terus diperketat, MBG diyakini akan semakin optimal sebagai program strategis dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *