Sebanyak 50 hektare lahan pertanian di Kabupaten Gunungkidul siap panen. Yakni berupa lahan padi 8.000 hektare, dan jagung mencapai 45.000 hektare.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Raharjo Yuwono menyebut, panen raya juga dilakukan pada Januari. Hanya saja, jumlah lahan padi yang dipanen hanya 323 hektare. Sedangkan untuk jagung, mencapai 1.668 hektare.
Dia menyebut, penanaman jagung untuk musim tanam 2024/2025 di Gunungkidul mencapai 46.613 hektare. Kapanewon Saptosari menjadi yang tertinggi dengan luas 5.162 hektare, diikuti Paliyan dan Panggang. Sedangkan komoditas padi, total penanaman mencapai 45.921 hektare. Dengan Kapanewon Ponjong mendominasi penanaman.
Waktu penanaman jagung hanya membutuhkan waktu 90 hari. Sedangkan untuk padi gogo 105 hari, dan padi sawah 120 hari. “Kami berharap hasil panen ini bisa mengangkat taraf hidup petani, serta memenuhi kebutuhan pangan lokal,” ujar Raharjo Selasa (4/2/2025).
Keberhasilan panen raya juga berkat kerja sama antara pemerintah daerah dan petani dalam meningkatkan kualitas benih dan teknik bercocok tanam. Diharapkan, dengan pendekatan yang tepat, Gunungkidul bisa menjadi salah satu pusat pertanian yang produktif di DIY.
Menurutnya, perubahan iklim dan serangan hama menjadi ancaman yang harus diwaspadai. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya memberikan pelatihan dan informasi yang diperlukan bagi para petani untuk mengantisipasi hal-hal tersebut.
“Para petani pun diharapkan tetap optimis dan berinovasi dalam meningkatkan hasil pertanian di masa yang akan datang,” tambahnya.
