Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) KH Ahmad Zuhdi Muhdlor mengimbau warga NU tetap tenang, berhati-hati, dan jangan mudah terprovokasi terhadap kericuhan yang terjadi dalam aksi demo Free West Papua di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta pada Ahad (1/12/2024) lalu.
“Agar warga masyarakat khususnya warga NU tidak terprovokasi dengan kerusuhan yang diakibatkan demo mahasiswa Papua,” ujar Kiai Zuhdi saat dihubungi media NU Online pada Rabu (4/12/2024).
Kiai Zuhdi menghargai penyampaian aspirasi yang disampaikan oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP). “PWNU DIY menghargai penyampaian aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa Papua di Yogya,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa penyampaian aspirasi di wilayah Yogyakarta tetap dilindungi, selama tidak melanggar aturan yang ada. “Hal itu sah-sah saja dilalukan karena konstitusi kita menjamin penyampaian pendapat oleh rakyatnya,” katanya.
Dia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi harus tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekitar, serta jangan merugikan masyarakat sekitar.
Ia mengajak masyarakat untuk memberikan kepercayaan untuk penanganan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib seperti pihak kepolisian. “Percayakan penanganannya kepada aparat kepolisian,” ujar Kiai Zuhdi.
Ia juga menyampaikan bahwa mahasiswa Papua yang terlibat demonstrasi merupakan saudara yang perlu dijaga persatuan dan kesatuannya.
“Mahasiswa Papua adalah saudara kita setanah air yang juga mempunyai tanggung jawab menjaga persatuan,” katanya.
“Namun penyampaian pendapat harus tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan orang lain, jangan merugikan orang lain apalagi merusak, karena justru akan menghilangkan simpati orang lain,” ujarnya.
