Categories Politik Yogyakarta

Kapolda: Tunjukkan ke Indonesia, Pemilu Aman-Damai-Nyaman Dimulai dari Jogjakarta

Masa kampanye pemilu 2024 telah berjalan selama tiga hari.

Berbarengan dengan itu, pada bulan Desember adalah puncak kunjungan wisatawan.

Segenap stakeholder yang mempunyai keterkaitan dengan sektor pariwisata di DIY menyampaikan imbauannya.

Kapolda DIY, Irjen. Pol Suwondo Nainggolan menyampaikan bahwa keamanan di Yogyakarta bukan hanya sekadar situasi, tetapi juga sebuah investasi.

Dikatakan sebagai investasi karena Yogyakarta adalah wilayah dengan penghasilan yang banyak diperoleh dari sektor pariwisata dan pendidikan.

Jadi, Yogyakarta sudah terlanjur terkenal dengan predikat kota pendidikan dan wisata.

Dengan adanya predikat tersebut, Yogyakarta akan menjadi daerah tujuan banyak orang dari luar daerah bahkan luar negeri.

Mayoritas adalah sebagai wisatawan atau mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jogja.

Tentu melihat situasi tersebut, keamanan akan lebih ditingkatkan kembali.

Karena jika keamanan tidak terjaga dan menyebabkan Jogja menyandang predikat wilayah rawan kejahatan maka sumber pendapatan sektor pariwisata dan pendidikan tersebut pasti mengalami kemunduran.

“Ada satu kasus saja dan viral, industri pariwisata akan mengalami penurunan. Contohnya kasus pembacokan yang dulu viral di area 0 kilometer, itu membuat citra Yogyakarta tercoreng,” ujarnya dalam sambutan saat deklarasi pemilu damai (21/11/2023).

Menjelang pemilu yang sebentar lagi diselenggarakan pada tahun 2024, Suwondo Nainggolan juga mengimbau untuk selalu menjaga ketertiban dan kondusifitas di wilayah masing-masing.

“Pilihan boleh berbeda, silakan selesaikan di TPS, bukan di kantor polisi. Mari kita tunjukkan ke Indonesia bagaimana bentuk pemilu yang aman dan damai dan nyaman dimulai dari Yogyakarta ini,” tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kurniawan juga menambahkan bahwa pemilu yang damai akan menciptakan lingkungan yang kondusif tidak hanya bagi warga masyarakat namun juga bagi wisatawan.

“Berdasarkan data pada tahun sebelumnya, bulan Desember merupakan bulan puncak kunjungan wisatawan. Sementara pada sisi lain bulan Desember ini sudah memasuki masa kampanye,” tegasnya.

Oleh sebab itu, peningkatan keamanan dan ketertiban pada bulan tersebut sangat menentukan kondisi pariwisata khususnya pada aspek perekonomian wilayah DIY pada umumnya.

Karena sumber perekonomian daerah Yogyakarta tak lepas dari industri pariwisata.

Pada aspek yang lain, rencana penyelenggaraan event-event pariwisata pada bulan Desember kemungkinan besar akan berkurang.

“Mungkin pelaku event juga akan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi keamanan dan ketertiban pada masa tersebut,” ucapnya Jumat (1/12/2023). 

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *