Categories Gunungkidul

Kolaborasi BIN Dan Kemenag Gunungkidul Targetkan Vaksinasi untuk Santri Selesai pada September 2021

Kementrian Agama (Kemenag) Gunungkidul menargetkan capaian vaksinasi untuk kalangan santri di pondok pesantren (Ponpes) serta Madrasah Aliyah akan selesai pada akhir bulan September 2021 ini.

Kepala Kemenag Gunungkidul, Sya’ban Nuroni menuturkan di Gunungkidul setidaknya ada 36 pondok pesantren yang resmi terdaftar di Kantor Kemenag. Dan pihaknya kini tengah mempersiapkan pelaksanaan vaksinasi di semua pondok pesantren dan Madrasah Aliyah.

Karena selama ini ia mengakui vaksinasi di Pondok Pesantren dan Madrasah Aliyah masih minim. Dari 36 Pondok Pesantren dan Madrasah Aliyah, baru 2 pondok pesantren yang menyelenggarakan vaksinasi yaitu Darul Quran Wal Irsyad Kapanewon wonosari dan Al Mujahidin Playen.

“Kita siapkan semua santri dan unsur pengelola lainnya,” ujar dia, Jumat (3/9/2021) di sela vaksinasi.

Oleh karenanya pihaknya akan berusaha mempercepat pelaksanaan vaksinasi di lingkungan Pondok Pesantren. Dengan dukungan beberapa stake holder di antaranya Badan Intelejen Negara (BIN) dan Dinas Kesehatan, mereka mulai melaksanakan vaksinasi tahap kedua.

Vaksinasi tahap kedua mulai mereka laksanakan di Pondok Pesantren Darrul Quran Wal Irsyad di Wonosari. Sebanyak 800 santri pondok pesantren tersebut mendapatkan vaksin sinovac setelah semua santri mendapatkan vaksinasi dosis pertama beberapa pekan lalu.

“Kami kini mempersiapkan santri semua ponpes,” terangnya.
Menurut dia, kewenangan Kantor Kemenag hanyalah mempersiapkan santri sebagai peserta vaksinasi. Namun untuk vaksin serta tenaga kesehatan yang melakukan vaksinasi menjadi ranah kewenangan dari dinas kesehatan.

Oleh karenanya kelancaran vaksinasi bagi Pondok Pesantren Dan juga Madrasah Aliyah bergantung terhadap ketersediaan vaksin serta tenaga kesehatan yang akan memvaksin para santri nantinya. Pihaknya terus berkoordinasi dengan BIN dan Dinas Kesehatan untuk pelaksanaan an-nasr pondok pesantren serta Madrasah Aliyah ini.

Perwakilan BIN DIY, Eko Susilo menambahkan, Pondok Pesantren Darul Quran wal Irsyad (Ponpes DQI), Dusun Ledoksari, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari Gunungkidul, akan menjadi salah satu pesantren terbesar yang mulai melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Gunungkidul di masa Pandemi COVID-19.

“Ketetapan untuk melakukan PTM ini dilakukan setelah hari ini 95% santri, dan para pelajar, serta pengasuhnya tervaksin secara paripurna,”terangnya.

Saat ini, Ponpes yang diasuh KH. A. Kharis Masduqi ini memiliki santri dan pelajar sebanyak 1.410 orang meliputi 946 santri mukim (tinggal di Ponpes), dan 464 non mukim. Di antara yang mukim, 899 santri/pelajarnya, hari ini, Jumat (3/9/2021) dilakukan vaksin lanjutan (dosis 2) setelah dosis pertama dilakukan atas fasilitasi Badan Intelijen Negara (BIN) DIY pada 3 Agustus 2021.

Dengan pelaksanaan vaksinasi lanjutan dosis 2 ini, praktis tinggal menyisakan 150an pelajar/santri yang belum tervaksin, karena selebihnya masih anak anak di bawah usia 12 tahun. Terhadap santri yang belum tervaksin, BIN juga sudah mengkoordinasikan untuk diikutsertakan pada vaksinasi pelajar selanjutnya di sekolah atau pesantren terdekat.

Dalam waktu dekat 100% santri dan 180 pengasuh, ustadz, maupun para gurunya sudah tervaksin,” ungkapnya.

Capaian vaksinasi 100% di Ponpes DQI ini, selain akan dijadikan contoh model vaksinasi pesantren sebagai syarat pemberlakuan PTM di sekolah dan pesantren, diharapkan juga segera dapat diwujudkan di seluruh sekolah dan pesantren yang ada di Gunungkidul.

“Harapannya, Gunungkidul bisa menjadi Kabupaten pertama yang akan menerapkan PTM bagi pelajar dan pondok pesantren,” tambahnya.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *