Suarayogyakarta – Dunia pendidikan merindukan pembelajaran tatap muka (PTM). Sekolah mulai mengajukan permohonan suntuk Vaksin Covid-19. Sejauh ini kuota vaksin yang tersedia baru 300 pelajar.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty, mengatakan sebenarnya sasaran vaksinasi masih fokus pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia (lansia). Capaiannya 26 persen dari target 70 persen populasi penduduk. “Jadi, vaksinasi bagi pelajar baru dimulai, belum menjadi kegiatan bersifat massal,” kata Dewi Irawaty saat dihubungi kemarin (14/7).
Kemarin, kelompok umur 12-17 tahun atau pelajar mulai menjalani suntik vaksin Covid-19. Dikatakan, vaksinasi bagi pelajar atas dasar permintaan pihak sekolah. Seperti dilakukan ratusan siswa di Bumi Handayani. “Sejauh ini belum ada permintaan (vaksin) lagi. Kalau nanti ada, tentu akan kami layani,” ujarnya.
Dikatakan, pada tahap awal kuota vaksin Covid-19 sebanyak 300 pelajar berkesempatan mendapat vaksin Sinovac. Mereka terdiri dari pelajar dari jenjang pendidikan SMP, SMA, dan SMK. “Proses vaksinasi terbagi dalam beberapa kloter. Pelajar SMP mendapatkan kesempatan vaksinasi kloter pertama atau pagi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Wonosari Purwanto mengatakan, pelajar sangat antusias mengikuti program vaksin. Terbukti dari kuota 150 pelajar kelas 8 dan 9, terpenuhi bahkan lebih karena ada 165 pendaftar. “Kami menyambut baik vaksinasi perdana bagi pelajar, demi mendukung pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang tertunda,” kata Purwanto.
Lebih jauh pihaknya berharap agar kedepan semua pelajar dapat divaksin. Dengan demikian ketika situasi sudah membaik KBM tatap muka dapat dilaksanakan. Diakui, memasuki tahun ajaran baru 2020/2021 masih dilakukan secara daring.
Terpisah, seorang pelajar SMK N 2 Wonosari Muhammad Arinal Saputra, mengaku bersyukur karena bisa divaksin secara gratis. Diakui, pada awalnya sempat takut, namun pada akhirnya bersemangat karena ternyata tidak sakit. “Setelah disuntik ya, rasanya biasa hanya terasa seperti pegal. Sekarang saya merasa lebih aman dan terlindungi setelah divaksin,” kata pelajar kelas 11 itu.
