Sejumlah partai politik yang memiliki kursi di DPR melontarkan pernyataan beragam menyikapi langkah pemerintah menetapkan Front Pembela Islam (FPI) sebagai organisasi terlarang. Ada yang mendukung, mengkritik, serta mempertanyakan mekanisme pelarangan FPI.
Anggota DPR RI dari Fraksi PPP Syaifullah Tamliha menyatakan partainya mendukung keputusan pelarangan FPI. Dia mengatakan semua pihak perlu mengambil hikmah dari pelarangan FPI yang diduga mendukung organisasi terorisme internasional seperti Negara Islam Irak dan Suriah alias ISIS.
“Sebagai partai koalisi pemerintah dan arahan dari Ketua Umum PPP, kita mendukung keputusan bersama tiga menteri yang membubarkan FPI,” kata Tamliha
Ketua Komisi III sekaligus politikus PDI Perjuangan Herman Herry ikut mendukung keputusan pemerintah.
“Mendukung keputusan pemerintah tersebut demi kepentingan masyarakat yang lebih besar lagi,” katanya.
Dia menyampaikan bahwa keputusan pemerintah tersebut bisa menjadi dasar bagi aparat penegak hukum untuk bertindak di lapangan. Herman berharap masyarakat tidak terpancing dengan provokasi atau hoaks dari pihak manapun terkait pelarangan aktivitas FPI ini.
Senada, Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah menilai keputusan tersebut merupakan bentuk dan tanggung jawab pemerintah dalam menegakkan prinsip negara hukum dan dalam menjaga persatuan bangsa dan kebhinnekaan di tanah air.
“Kami mendukung penuh langkah pemerintah melarang kegiatan dan aktivitas FPI. Saya yakin ini sudah melalui pertimbangan yang sangat masak dan telah melalui kajian hukum yang matang,” katanya.
Terpisah, Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, Maman Imanulhaq mengatakan pembubaran FPI merupakan langkah yang diambil pemerintah untuk mengembalikan posisi Islam yang moderat, toleran, serta ramah.
“Tentu PKB mendukung langkah tersebut, tetapi juga mengingatkan agar para dai dan juga pendukung FPI tetap bekerja menjalankan amar maruf dan nahi munkar. Hanya saja strategi dan caranya saja yang perlu diubah,” ujar Maman seraya mengungkapkan bahwa PKB terbuka untuk para mantan FPI.
Bahkan, menurutnya, Dewan Syuro PKB mau memfasilitasi para eks FPI untuk sama-sama belajar bagaimana merumuskan kembali dakwah yang betul-betul menggugah, dakwah yang mengajak bukan mengejek. Dakwah yang merangkul bukan memukul, dakwah yang memberikan argumentasi tentang kebenaran, kebaikan dan keindahan Islam.
