Categories Opini Politik

Gatot Nurmantyo Hilang dari Radar Capres 2024?

Jika dipikir dalam hitungan hari, pilpres 2024 memang masih sangat jauh. Namun manusia, apa yang dapat sekali dilakukan olehnya adalah membayangkan masa depan.

“Membayangkan ibarat hal yang sangat mungkin dilakukan manusia, sebab manusia hidup juga dari ilusi membayangkan masa depannya sendiri”.

Maka dari itu menyinggung masa depan, sebenarnya pilpres 2024 secara kenyataan memang masih sangat jauh jika dihitung hari.

Tetapi analisa-analisa bagaimana pilpres 2024 nanti sangat dekat dengan analisis membayangkan masa depan yang dapat dilakukan oleh manusia memandang bagaimana pilpres 2024 nanti.

Sebab tidak lain pembicaraan calon presiden sendiri sangat menarik untuk dibahas. Tentu adalah faktor dari sebegitu banyak rakyat indonesia yang mencapai ratusan juta orang yang menjadi presiden hanya satu orang.

Mungkin disitulah letak spacialnya menjadi soerang presiden, maka dari itu banyak orang khusunya yang bergerak dibidang politik, sudah pasti banyak dari mereka bercita-cita menjadi presiden.

“Ibaratnya meninti karir politik, yang diutamakan adalah semangat kepemimpinan sebagai pemimpin rakyat. Maka dari itu top level tujuan politikus tentu adalah seorang presiden”.

Untuk itu tidak salah jika memang survey-survai dilakukan bagaimana kepercayaan public pada figure politikus untuk menjadi presiden 2024 saat ini.

Tetapi dalam survey itu tidak ada yang benar-benar baku. Terkadang disesuaikan juga dengan responden yang diajukan survei itu sendiri.

Jika memang survey itu pada kebanyakan simpatisan A misalnya, sudah pasti A akan tinggi versi lembaga survai yang melakukan survai tersebut.

Bagi saya lembaga survai sendiri saat ini tidak dapat menjadi patokan akan benar-benar konsisten figuritasnya yang di survaei sampai pada 2024 nanti.

Sebab dunia politik sendiri dibutuhkan konsistensi menjaga citra, langkah politik, bahkan bagaimana menjadi menarik untuk mendapat simpati rakyat dengan gaya kepemimpinan seorang politikus.

Berkaca dari banyaknya saat ini yang diisukan sebagai capres potensial, ditambah perombakan mentri yang dilakukan oleh Jokowi juga memunculkan figure-figure baru potensial capres 2024 seperti Tri Rismaharini dan Sandiaga Uno.

Mungkikah langkah seorang politikus untuk menjadi capres 2024 sendiri akan terjal dan sulit? Tokoh-tokoh lain selain Risma dan Sandi, juga ada nama yang sebelumnya disebut-sebut capres potensial 2024 juga seperti Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Ridwan Kamil dan Anis Baswedan.

Untuk itu menjadi pertanyaan saya,  dimanakah nama Gatot Nurmantyo yang dulu juga digadang-gadang sebagai figure potensial Capres 2024? Mungkinkah pasca isu G30S, UU cipta kerja dan Deklarasi KAMI Gatot Nurmantyo sudah hilang dari radar capres 2024?

Semakin banyaknya tokoh-tokoh potensial capres 2024 naik panggung menjadi mentri Jokowi seperti Sandiaga Uno, Tri rismaharini dan lain sebagainya tentu punya pengaruh pada figure lain menatap radar calon presiden 2024.

Mungkin sekelas Gubernur seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Ridwan Kamil juga dapat dikatakan memiliki potensi yang sama dengan sekelas mentri Jokowi untuk menjadi capres 2024.

Maka dari itu tidak dipungkiri orang-orang luar pemerintahan sedikit agak berat menanpaki simpati public untuk dijadikan calon presiden seperti Gatot Nurmantyo yang digadang-gadang sebelumnya berpotensi capres 2024.

Meski Gatot Nurmantyo sendiri sudah memiliki kendaraan politik melalui KAMI atau Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia sebagai basis masa pendukung. Namun kerja-kerja Gatot Nurmantyo pada jabatan strukural politik pemerintahan sendiri masih kurang pengalaman.

Sebab pasca dirinya purna sebagai panglima TNI, tidak ada aktivitas didalam dunia politik pemerintahan sebagai pemangku jabatan public. Aktivitas politik pasca Gatot Nurmantyo purna yakni bersama dengan organisasinya yakni KAMI.

Untuk itu mungkinkan langkah Gatot Nurmantyo nyapres 2024 akan semakin berat? Saya kira “berat” jika Gatot Nurmantyo terus diluar pemerintahan menimbang banyak tokoh potensial capres lainnya saat ini menduduki mentri seperti Sandiaga Uno, Prabowo Subianto, dan lain sebagainya.

Belum dengan capres dari para Gubernur seperti Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil dan Anis Baswedan yang selalu tampak pada survaei bursa capres 2024 diberbagai lembaga survei

Maka pertanyaanya sendiri, sudahkah hilang Gatot Nurmantyo dari radar capres 2024 dengan semakin tenggelamnya nama Gatot Nurmantyo yang suara kritisnya kini semakin sedikit dan lama tidak wara-wiri berita tentang Gatot Nurmantyo di media?

Dengan waktu pilpres 2024 yang masih sangat lama dalam hitungan hari, suatu figure untuk tetap di identikan menjadi capres 2024 memang akan sangat menguras energy untuk tetap konsiten dijalur itu.

Mungkin Gatot Nurmantyo saat ini hilang dari radar wacana capres 2024 yang dibicarakan public, bukan tidak mungkin kedepan pada waktunya lagi saat sudah dekat pilpres 2024.

Nama gatot Nurmantyo bisa saja booming kembali dengan mengusung issue lama seperti pada saat isu G30S, UU Cipta Kerja dan lain sebagainya di tahun 2020 lalu, dimana dirinya menyita perhatian public dan digadang-gadang capres potensial 2024.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *