Wapres Apresiasi Daerah yang Berinovasi Lawan Covid-19

Wapres Apresiasi Daerah yang Berinovasi Lawan Covid-19

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin mengapresiasi sejumlah daerah yang berusaha melakukan inovasi dalam menekan laju penularan kasus covid-19.

Kendati demikian, dia berpesan agar inovasi daerah tetap mengacu prinsip preventif atau pencegahan covid-19. “Apapun bentuk yang dilakukan daerah, konteksnya berujung pada lima prinsip, yakni mengenakan masker ketika di luar rumah. Kemudian, selalu mencuci tangan dengan sabun,” jelas Juru Bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi, saat dihubungi, Senin (1/6).

Berikut, penjarakan antarorang (physical distancing), menerapkan gaya hidup sehat, cukup istirahat serta tidak stres dan mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga sistem imun,” imbuhnya.

Apabila prinsip tersebut diterapkan dengan kedisplinan dan kesadaran masyarakat, Wapres meyakini jumlah kasus baru covid-19 di daerah dapat turun. Bagi daerah yang mulai mengizinkan kegiatan masyarakat, Wapres meminta prinsip tersebut tetap dijalankan. Hal ini penting agar tidak ada peningkatan kasus baru yang signifikan.

Lima prinsip harus diduplikasi di berbagai daerah dengan kedisiplinan tinggi. Ditambah kemampuan manajerial yang bagus dari kepala daerah. Perintahnya bisa dilaksanakan dengan baik, mulai dari bupati, camat, hingga tingkat desa dan aparat kelurahan. Kita optimis bisa mengatasi semua,” tukas Masduki.

Terpisah, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan skenario tatanan normal baru (new normal) yang diterapkan dengan sistem zonasi, termasuk zona hijau. Di antaranya, ukuran dari R0 dan R1, kesiapan daerah, hingga kesiapan kapasitas sistem kesehatan.

Jadi, ada zonasi dan ada sektor yang nanti secara bertahap. Tapi terlepas dari sektor dan zonasi itu, ke depan saya kira semua daerah siap dengan tatanan yang aktif, tapi aman covid-19,” tutur Tito beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, pemerintah mengagas lomba inovasi yang fokus menyongsong tatanan new normal. Diharapkan melalui lomba tersebut, daerah bisa membuat protokol sekaligus simulasi yang dituangkan melalui video. Misalnya, protokol kesehatan di pasar tradisional, restoran, hotel dan tempat wisata.

Sumber: https://mediaindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *