Vaksinasi Dimulai, Prokes Ketat Tetap Harus Dijalankan

Vaksinasi Dimulai, Prokes Ketat Tetap Harus Dijalankan

Dimulai vaksinasi di Indonesia tidak membuat protokol kesehatan bisa diabaikan. Protokol kesehatan tetap menjdi salan satu peran penting dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih memberikan pandangannya terkait vaksin dan pentingnya prokes dalam Forum Group Discussion “Sudah Ada Vaksin, Warga Tetap Wapada dan Wajib 3M” bersama dua narasumber lainnya Yakni dosen FKKMK UGM, Jarir At Thobari dan Sosiolog UGM, Nurul Aini.

Dijelaskan Berty total sasaran vaksinasi di DIY mencapai total 2.605.179 juta orang. Namun jumlah tersebut dapat berunah sewaktu-waktu sesuai arahan Kemenkes.

Adapun proses vaksinasi di DIY dilakukan bertahap. Berty menuturkan jika pada tahap pertama sasaran vaksinasi merupakan tenaga kesehatan dengan jumlah mencapai 26.625 orang. Tahap kedua sasaran vaksinasi menyasar pelayan publik dan lansia dengan jumlah mencapai 555.290 orang. Pada tahap ketiga vaksinasi DIY diperuntukkam bagi masyarakat rentan sebanyak 995.353 dan pada tahap keempat vaksin menyasar pelaku ekonomi esensial dan masyarakat lainnya sebanyak 1.067.912 orang.

“Totalnya di DIY ada 2.605.179, sasaran ini bukan kami yang ngitung. Ini juga dari kementerian dan sasaran ini bisa berubah karena hitungan-hitungan dari kementerian yang disampaikan ke kita,” jelasnya pada Kamis (14/1).

Berbagai persiapan telah dilakukan Dinkes DIY guna jalani vaksinasi. Berty menuturkan jika Dinkes DIY telah melakukan koordinasi lintas sektor, melakukan perhitungan, verifikasi dan penetapan sasaran. Selain itu tak kalah pentingnya Dinkes DIY juga telah melalukan penguatan fasilitas kesehatan, pelatihan SDM sebagai vaksinator hingga memastikan ketersediaan cold chain. Terakhir Dinkes DIY pun melakukan kampanye atau sosialisasi vaksinasi melalui Gugus Tugas Bidang Informasi DIY.

“Saat ini kita menyediakan materi-materinya, kemudian yang melakukan sosialisasi dan sebagainya dilakukan Gugus Tugas Bidang Informasi,” tuturnya.

Berty berharap masyarakat harus mengakses informasi dari narasumber yang dapat dipercaya. Kemudian juga aktif mengikuti tahapan vaksinasi nulai daei pendataan, registrasi dan seterusnya. Tetap melaksanakan Germas dan Cerdik, sosialisasi untuk mencegah penyakit tidak menular, karena merupakan komorbid yang potensial untuk menyebabkan kematian.

“Lalu meskipun divaksin tetap harus melakukan protokol kesehatan. Ini yang kita garisbawahi untuk masyarakat. Karena jangan mentang-mentang sudah divaksin, memang sudah ada efikasinya berapa persen tapi tidak kemudian kita tekankan ke masyarakat vaksinasi ini menyelesaikan segalanya. Karena kita harus memutuskan rantai penularan ini dengan protokol kesehatan 5M,” tegasnya.

Adapun protokol kesejatan 5M meliputi Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. “Saya titip protokol kesehatan, mari kita sosialisasikan agar cakupan vaksinasi 70 persen di DIY diharapkan bisa lebih dari itu,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *