Setelah menembak mati guru SD, Organisasi Papua Merdeka atau OPM bakar sekolah di Kabupaten Puncak, Papua.
Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) ini membakar gedung SD Jambul, SMP Negeri 1 dan SMAN 1 Beoga.
Tak hanya itu, rumah guru di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak juga dibakar pada Kamis (8/4) sekira pukul 18.15 WIT.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, diperkirakan para pelaku dari kelompok Sabinus Waker.
Kelompok ini sebelumnya melakukan penembakan terhadap seorang guru hingga meninggal dunia.
“Saat ini personel gabungan masih melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata yang melakukan pembakaran,” ucap Ahmad Musthofa Kamal, Jumat (9/4).
Menurut Ahmad Musthofa Kamal, situasi di Distrik Beoga masih bisa dikendalikan oleh personel kepolisian dan TNI di lapangan.
“Kami akan mengambil langkah-langkah penegakkan hukum terhadap para pelaku,” tegas Kamal.
Kamal menerangkan, anggota mengetahui pembakaran gedung sekolah tersebut dari beberapa masyarakat yang datang ke Polsek Beoga melaporkan tentang adanya pembakaran gedung SD Jambul, SMPN 1 dan SMAN 1 Beoga serta rumah guru yang dilakukan oleh KKSB.
Mendapat informasi tersebut, personel gabungan Polsek dan Polres Puncak mendatangi TKP dan melihat bangunan Gedung SD Jambul, SMPN 1 dan SMA 1 Beoga serta rumah guru telah hangus terbakar.
TNI-Polri Kuasai Wilayah Sabinus WakerKasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes M Iqbal Alqudussy mengatakan, pasukan TNI-Polri saat ini telah berhasil menguasai wilayah Sabinus Waker di Intan Jaya, kemarin.
“TNI-Polri akan terus bergerak, segera mungkin untuk mengejar KKSB,” ujar Iqbal, Jumat (9/4).
Diduga, KKSB pimpinan Sabinus Waker bergerak menuju ke Ilaga, Kabupaten Puncak.
Sabinus Waker merupakan bawahan dari pimpinan KKSB, Guspi Waker.
Saat ini, kelompok tersebut diduga lari ke daerah Beoga karena posisinya terdesak oleh pasukan TNI-Polri.
Sabinus Waker sendiri sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Mimika sejak 2018 atas sederet kasus kejahatan yang dilakukannya.
“Pada 2018, Guspi Waker memberi perintah kepada Sabinus Waker melakukan penembakan di Mile 69 PT Freeport Indonesia di Tembagapura, dengan kerugian barang satu buah kendaraan WLP,” kata Iqbal.
“Polri telah melakukan uji laboratorium balistik terhadap senjata jenis steyer yang digunakan,” pungkasnya.
