Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku optimis bahwa pertumbuhan perekonomian domestik dapat mencapai target yang ditetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yakni 5,4% di 2026. Bahkan,
Menkeu Purbaya juga optimis, pemerintah dapat mendorong lebih dari angka tersebut.
Awalnya Menkeu Purbaya memprediksi angka pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2026 mampu mencapai angka 5,2%. Kemudian untuk kinerja penuh 2026, diproyeksikan mampu menembus 5,4%, dengan sejumlah upaya yang dilakukan. Bahkan tak tanggung-tanggung, ekonomi dapat menyentuh angka 6%.
“Kalau di APBN kan target 5,4%. Saya akan mendorong ke 6%,” ungkap Purbaya usai menghadiri rapat di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip pada Senin (2/2/2026).
Menkeu Purbaya dalam kesempatan tersebut berkelakar, apabila hal itu dapat terwujud, dirinya akan meminta hadiah secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau dapat 6, saya akan minta hadiah ke Presiden. Traktirlah,” ujarnya sambil tersenyum kecil.
Sebelumnya Menkeu Purbaya sempat mengatakan, strategi pembangunan ekonomi Indonesia berbasis pada konsep Sumitronomics yang difokuskan pada 3 (tiga) pilar utama yaitu pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan manfaat pembangunan, serta stabilitas nasional yang dinamis.
Hal ini ia uangkapkan saat memberikan Pendapat Akhir Pemerintah terhadap RUU APBN 2026 pada Rapat Paripurna DPR RI, Selasa lalu (23/9/2025) di Jakarta.
“Fiskal, sektor keuangan, dan perbaikan iklim investasi harus sinergis menggerakkan perekonomian Indonesia agar dapat tumbuh melampaui 6% dalam waktu tidak terlalu lama,” ujar Menkeu.
Untuk mewujudkan pilar pertumbuhan, APBN diarahkan sebagai katalis bagi sektor swasta, didukung oleh penguatan peran Danantara dalam investasi bernilai tambah tinggi, penempatan kas Rp 200 triliun di Himbara untuk mendorong kredit, serta reformasi perizinan berusaha melalui PP Nomor 28 Tahun 2025.
