Baru-baru ini, Gatot Nurmantyo tampil dalam acara Dialog Nasional 100 Ulama dan Tokoh yang disiarkan Front TV.
Dalam kesempatan itu, Gatot mengatakan masih ada praktik ketidakadilan dalam pemeriksaan Habib Rizieq Shihab oleh kepolisian terkait kasus kerumunan di Petamburan.
Pengamat politik Ujang Komarudin menilai manuver Gatot Nurmantyo termasuk membela Habib Rizieq, tidak lepas dari langkah mencari dukungan untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Bahkan, kata dia, bukan hal aneh jika purnawirawan jenderal bintang empat itu membela mati-matian Habib Rizieq.
“Tidak aneh dan bukan hal baru, karena keduanya memiliki garis yang sama, yaitu menjadi kritikus terhadap pemerintah,” katanya kepada wartawan.
Tidak hanya sama dalam konteks mengkritisi pemerintah, langkah perjuangan Gatot dan Rizieq juga memiliki kesamaan, yaitu ingin meluruskan pemerintah jika dinilai salah jalan.
“Pada intinya, Gatot juga butuh HRS (Habib Rizieq Shihab) dan massanya. Jika Gatot maju jadi capres atau cawapres, maka dia membutuhkan HRS. HRS bisa menjadi teman dan aset bagi Gatot,” ujar Ujang.
Pengamat politik Maksimus Ramses Lalengkoe juga mensinyalir langkah Gatot yang cukup sering membela Habib Rizieq merupakan upaya mencari modal dukungan menghadapi Pilpres 2024.
“Saya menganalisa, Gatot sedang mencari arus dukungan kelompok Rizieq. Sebab, hanya kelompok itu yang bisa dia garap secara politik, karena lebih terorganisir ketimbang kelompok lainnya,” katanya.
