Menteri Transmigrasi (Mentrans), Iftitah Sulaiman mengungkapkan bahwa tidak ada program perpindahan penduduk dari luar wilayah Papua ke dalam wilayah Papua. Pernyataan ini disampaikan usai pertemuan dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, pada Selasa (12/11/2024).
Iftitah menambahkan bahwa fokus utama Kementerian Transmigrasi untuk wilayah Papua adalah revitalisasi 10 kawasan transmigrasi yang sudah ada, terutama empat kawasan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
“Tidak ada perpindahan penduduk dari luar Papua ke Papua. Fokus kami adalah revitalisasi dan transmigrasi lokal jika dibutuhkan,” ujar Iftitah usai bertemu dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/24).
Menurut Iftitah, secara regulasi, sudah tidak memungkinkan lagi untuk ada penambahan penduduk dari luar Papua ke Papua, kecuali memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.
“Perpindahan penduduk hanya di dalam wilayah Papua saja, tidak ada yang datang dari luar Papua,” tambahnya.
Sementara itu, Kementerian Transmigrasi saat ini juga tengah fokus untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan para transmigran, serta memperkuat karakter mereka agar menjadi lebih mandiri dan militan.
“Pesan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), ke depan para transmigran harus militan dan tidak mengeluh dengan keadaan. Peningkatan kapasitas transmigran adalah fokus utama kami,” pungkas Iftitah.
