Categories Nasional

Menjaga Keragaman Bangsa Harus Mengaplikasikan Nilai Pancasila

Untuk menjaga keragaman bangsa harus mengaplikasikan nilai Pancasila. Itu artinya perlunya role model dalam setiap menyeuarakan nilai Pancasila dan pastinya tokoh agama berperan penting dalam hal ini.

Hal tersebut di sampaikan staf khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo saat dirinya hadir dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB) Tahun 2020 dengan tema Umat Rukun Indonesia Maju yang di adakan oleh kementerian Agama Selasa 3 November 2020.

Dirinya juga menjelaskan, di era digitalisasi ini yang bahaya adalah lemahnya narasi dan tidak ada budaya kritis.

“Kemajuan teknologi ini banyak lemahnya narasi dan literasi. Selain itu, budaya kritis mati sehingga masyarakat tak jarang menerima informasi tanpa memfilternya terlebih dahulu,” tegas Pria yang akrab disapa Romo Benny.

Ditambahkannya pula Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB) merupakan rumah Indonesia yang memberikan peranan dan tempat bagi semua umat beragama. Untuk berkomunikasi dan merawat kerukunan serta tidak mengenal dominasi.

“Kita berharap, semua pengurus menjadi yang bisa menjaga persatuan dan membatinkan Pancasila,” tutup Romo Benny.

Acara yang dihadiri oleh Kepala FKUB dan Kepala Kantor Agama seluruh indonesia serta Kementerian/lembaga terkait ini dibuka oleh amanat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Dalam amanatnya menjelaskan bahwa kebhinnekaan adalah anugerah dari Tuhan.

“Kebhinekaan adalah anugrah tuhan yang maha pengasih lagi maha penyanyang kepada bangsa Indonesia. Harus kita rawat dan kita jaga,” ujar Jokowi

Selanjutnya dijelaskan bahwa kerukunan antar agama tidak muncul secara tiba-tiba melainkanmerupakan kesadaran bersama. Dan saling menghormati serta tidak memberikan ruang timbulnya saling curiga yang akan menghancurkan persatuan bangsa.

“Forum kerukunan umat bergamaa merupalan miniatur bangsa indonesia dan saya berharap tidak ada satupun yang ditinggalkan maupun dipinggirkan. Harus bisa mengayomi,” jelas Jokowi.

Jokowi berpesan bahwa pemerintah harus mendukung dalam menyemai nilai-nilai moderasi beragama. Tantangan hidup beragama kian berat ditengah adanya media sosial membawa hoax dan ujaran kebencian. Ini dibutuhkan figur agama yang mempersatukan dan menjaga persatuan.

Pancasila Wariskan Kerukunan

Di acara yang sama Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin yang hadir secara virtual menjelaskan bahwa Pancasila mewariskan bangsa ini kerukun dan kedamaian.

Ma’ruf Amin berharap FKUB dapat terus berkontribusi dalam memelihara kerukunan.

“Berharap FKUB dapat memelihara kerukunan bergama, dan menampung aspirasi ormas sampai mensosialisasikan peraturan perundangan-undangan yang berhubungan dengan keagamaan,” jelas Ma’aruf.

Senada dengan Jokowi, Menteri Agama Fachrul Razi pada saat membuka acara rapat koordinasi ini menegaskan bahwa keragaman merupakan takdir yang merupakan pemberian tuhan untuk diterima. Selain itu juga harus menghargai pemeluk agama lain.

“Semua pemeluk agama harus berpandangan berpendapat agama yang dipeluknya adalah agama yang paling benar dan baik. Tapi harus menghargai penganut agama lain yang berpandangan serupa,” jelas Fachrul.

Menteri dalam negeri Muhammad Tito Karnavian yang juga turut hadir secara virtual menjelaskan bahwa keberagaman di Indonesia merupakan keniscayaan yang belum tentu terjadi di negara lain. Serta menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia untuk terus maju.

Selain itu, di era kemajuan teknologi banyak pihak yang bisa membuat berita dan menjadi penulis yang lebih mempengaruhi daripada media konvensional.

“Teknologi yang semakin canggih sehingga komunikasi tidak ada batas. Sosial media lebih mempengaruhi daripada media convensional semua orang bisa menjadi penulis dan membuat berita. Di sini kerukunan agama harus kita rawat,” jelas Tito.

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia PBNU, Ahmad Rumadi menjelaskan bahwa di dalam bangsa ini tidak ada memori konflik keagamaan. Ini adalah modal yang luar biasa dan harus tetap dipertahankan serta tokoh agama harus menjadi contoh.

“Warna agama atau potret keberagamaan agama yang harmonis harus diawali oleh tokoh agama didalamnya,” ujar Ahmad Rumadi.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *