Menteri Dalam Negeri (Mendagri ) Republik Indonesia, Jendral Polisi (Purn) Tito Karnavian kembali menekankan pentingnya netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang Pemilu 2024. Saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-79 Republik Indonesia di Kabupaten Alor.
Ia menyampaikan bahwa netralitas ASN sangat krusial untuk menjaga integritas pemilu. “Saya sampaikan berkali-kali bahwa ASN harus netral. meskipun aturan telah jelas, pelanggaran netralitas masih kerap terjadi dalam praktik di lapangan.” tutur nya saat di wawancarai. Sabtu (17/08/2024)
Dirinya menambahkan bahwa pengawasan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus diperkuat untuk mencegah pelanggaran.
“Bawaslu harus berani menindak tegas mereka yang tidak netral, selain Bawaslu, setiap institusi juga memiliki aturan internal yang harus ditegakkan, baik di kalangan ASN, TNI, maupun Polri,” ” tegas Tito.
Lebih lanjut dirinya menekankan, pentingnya kolaborasi antara semua pihak untuk menjaga netralitas. Menurutnya, di era keterbukaan informasi seperti sekarang, media sosial menjadi alat yang kuat untuk mengawasi netralitas ASN. “Dengan situasi yang semakin terbuka, ASN harus lebih berhati-hati,” tambahnya. Tito berharap ASN, TNI, dan Polri tetap netral, memberikan rakyat kebebasan memilih pemimpin terbaik.
Menteri Dalam Negeri RI, juga menyatakan bahwa netralitas ASN adalah salah satu kunci utama untuk menciptakan pemilu yang adil dan demokratis. Dengan demikian, rakyat dapat memilih pemimpin yang benar-benar layak tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
