Categories Uncategorized

Menag Yaqut Diminta Klarifikasi soal Tudingan Intervensi Muktamar NU

suarayogyakarta – Menteri Agama Yaqut Qolil Qoumas diduga melakukan intervensi Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 34. Publik pun meminta Menag Yaqut mengklarifikasi hal tersebut.

Ratusan massa yang mengatasnamakan Komite Masyarakat Tolak Korupsi (KMTK) mendatangi Kantor Kementerian Agama, Jumat (26/11) untuk menyampaikan permintaan klarifikasi kepada Kementerian Agama terkait dugaan ketidakprofesionalan Institusi tersebut.

“Kami tidak memusuhi Menteri Agama apa lagi Kementerian Agama. Kami mencintai Kementerian Agama seperti halnya kami mencintai pemerintahan yang bersih. Yang kami perangi adalah transparansi yang seakan diam belakangan ini,” kata Koordinator KMTK, Sanusi.

Isu dugaan intervensi pada Muktamar NU ke-34 oleh Kementerian Agama hingga kini belum diklarifikasi secara langsung oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.

Sanusi menyatakan, beredar kabar adanya upaya sabotase gelaran Muktamar NU di Lampung. Dia menambahkan, ada oknum Kementerian Agama yang melakukan pemesanan kamar hotel secara besar-besaran di Lampung tepat pada tanggal pelaksanaan Muktamar NU.

Sabotase itu, lanjutnya, diduga kuat menjadi upaya intervensi dari Menag Yaqut untuk memberikan dukungan untuk calon Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf yang merupakan kakak kandungnya.

“Menag Yaqut mengklarifikasi segala tudingan yang ikut menyeret Kemenag dalam pelaksanaan Muktamar NU ke-34 sehingga pemerintah dapat tetap netral dan menjunjung tinggi profesionalitas pejabat negara,” tegasnya.

Sebelumnya, Menag Yaqut sudah menjelaskan dirinya tidak mungkin melakukan sabotase apalagi membawa nama Kementerian Agama terkait penyelenggaraan Muktamar NU.

“Mana mungkin (melakukan sabotase)? Saya ini kader NU tulen, Ketum GP Ansor, menyabotase Muktamar. Anda percaya?” ucap Menag Yaqut saat dikonfirmasi.

Yaqut berharap, agar publik melakukan pengecekan langsung ke Lokasi Muktamar NU di Lampung untuk memastikan apakah ada oknum atau Kemenag secara kelembagaan yang melakukan aksi booking hotel secara besar-besaran.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *