August 9, 2020

Masyarakat Diminta Waspada Dari Paham Radikalisme di Tengah Hadapi Pandemi COVID-19

Ditengah-tengah mewabahnya virus corona (COVID-19) saat ini, segenap elemen masyarakat disibukan dan terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran COVID-19.

Kendati demikian, masyarakat Kaltara diminta lebih meningkatkan kewaspadaan, disamping melawan penyebaran COVID-19. Jangan sampai, situasi ini justru dimanfaatkan oknum tidak bertanggungjawab, dengan memanfaatkan kelengahan masyarakat yang berjuang memutus penyebaran COVID-19.

Terlebih lagi, tidak menutup kemungkinan ada oknum mencoba membuat kegaduhan seperti intoleransi, radikalisme hingga terorisme. Mengingat, disutuasi COVID-19 saat ini banyak pendatang menggunakan penutup wajah atau masker, sehingga tidak dikenali.

Ketua DPW Muhammadiyah Kaltara, Syamsi Sarman mengatakan, dalam upaya penanggulangan COVID-19 yang dilakukan pemerintah, TNI, Polri hingga masyarakat diminta jangan sampai lengah. Dimana, kelengahan ini bisa saja dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Bisa saja, disaat semua sibuk mencegah penyebaran COVID-19, ada pihak tertentu memanfaatkan kelengahan ini, misalnya aksi terorisme yang ada ditengah-tengah kita,” kata Syamis

Untuk itu, Syamsi meminta, baik kepada TNI dan Polri untuk meningkatkan kewaspadaan dan jangan sampai lengah, disaat sibuk menanggulangi COVID-19. Termaksud, Pemerintah Daerah, Tokoh Agama, Adat dan Pemuda agar dapat saling membantu dalam situasi seperti ini.

“Terlebih lagi Ketua RT dan masyarakat, yang jadi unjung tombak dilingkungannya, jika memang ada orang atau pendatang yang mencurigakan segera laporakan kepihak berwajib,” jelas Syamsi.

Senada dengan Syamsi Sarman, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan, Muhammad Anas menambahkan, dengan kondisi yang dihadapai saat ini masyarakat khusunya di Tarakan harus bisa saling membantu satu sama lain.

“Kita memang disibukan masalah COVID-19, tapi jangan sampai kita lengah, justru dengan masalah ini kita harus saling membantu satu sama lain,” terang Anas.

Jadi, lanjut Anas, seluruh elemen masyarakat termaksud TNI dan Polri boleh saja fokus menangani penyebaran COVID-19. Tapi jangan sampai lengah, terlebih lagi seluruh Ketua RT di Tarakan harus bisa menjaga lingkungannya dari orang-orang yang dapat memecah belah Bangsa Indonesia.

“Kita tidak boleh lengah juga dari masalah seperti radikalisme, teroris dan intoleransi selain COVID-19, apalagi ada pendatang baru mencurigakan langsung lapor kepihak berwajib,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *