Categories Nasional

Mahfud MD Sindir Tajam Gatot Nurmantyo: Mana Komunisnya, Tidak Ditangkap?

Beberapa waktu terakhir ini nama Gatot Nurmantyo dan Mahfud MD menjadi pembicaraan publik.

Gatot Nurmantyo dan Mahfud MD banyak disebut pasalnya kedua memiliki pemikiran yang bersebarangan mengenai beberapa hal di dunia pemerintahan, seperti persoalan UU Cipta Kerja.

Nama Gatot Nurmantyo dan Mahfud MD semakin terkenal setelah beberapa anggota KAMI ditangkap oleh pihak kepolisan lantaran ada dugaan penyebaran SARA.

Ketidaksepahaman Gatot Nurmantyo dan Mahfud MD masih saja berlanjut hingga kini. Hal ini bisa dilihat ketika Mahfud MD melemparkan sindiran tajam kepada Gatot Nurmantyo saat kedua diundang ke acara ILC.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyindir Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo terkait dengan penangkapan komunis.

Menurut Mahfud MD, semasa menjabat sebagai Panglima TNI, Gatot yang getol menyuarakan anti komunis tidak pernah menangkap satu pun orang yang berpaham terlarang tersebut.

“Pak Gatot pernah menjadi panglima, mana komunisnya, tidak ditangkap? Tapi sekarang berbicara komunis,” ketus Mahfud sebagaimana dikutip dari akun YouTube Indonesia Lawyers Club, Rabu (21/10/2020).

Menurut Mahfud yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, hal itu lantaran Gatot sebagai Panglima TNI sama sekali tidak memiliki kewenangan untuk menangkap sipil yang melanggar hukum.

“Karena bukan Pak Gatot tidak mau, tapi karena dia tidak berwenang di bidang itu,” jelasnya.

Penjelasan itu disampaikan Mahfud dalam menanggapi tudingan bahwa dirinya tidak berpihak kepada rakyat terkait polemik Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker).

Terkait UU Ciptaker, Mahfud memastikan pihaknya telah berusaha menampung aspirasi dari berbagai pihak terkait, termasuk kaum buruh. Namun karena yang menggodok undang-undang itu adalah DPR, maka dia selaku perwakilan pemerintah tidak dapat mengintervensi.

“Kita tidak boleh intervensi. Nah, itulah konsekuensi dari demokrasi, kalau mau beres, tidak ada yang gitu-gitu, kembalikan pemerintah jadi otoriter lagi,” tukasnya.

Selanjutnya, terkait dengan penangkapan KAMI beberapa waktu lalu, Gatot Nurmantyo juga mengungkapkan bahwa KAMI dibentuk untuk menyuarakan hati nurani rakyat, bukan untuk membuat kerusuran.

Kedua nama tokoh ini, Gatot Nurmantyo dan Mahfud MD memang masih jadi sorotan publik sampai hari ini.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *