Kabinda DIY: Rusuh Babasari Dalam Penanganan Kepolisian

Kabinda DIY: Rusuh Babasari Dalam Penanganan Kepolisian

Polda DIY langsung bertindak dengan mengamankan orang-orang yang melakukan perilaku rusuh di kawasan Babarsari-Seturan, Depok Sleman. Kepolisian juga melakukan dialog dengan para tokoh daerah yang berasal dari NTT, Papua serta Maluku terkait peristiwa tersebut.

Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) DIY, Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Andry Wibowo mengatakan sejak dua-tiga hari lalu telah turun berdialog dengan warga pendatang dari wilayah timur Indonesia. Kabinda juga mengungkap bahwa warga pendatang meminta waktu untuk berubah dan tidak lagi melakukan aksi kekerasan.

“Kepolisian DIY tidak tinggal diam ya. Kita tahu permasalahnnya sudah muncul pada Sabtu (2/7/2022) lalu, kita masih mengamati dan melihat dengan seksama. Pihak kepolisian sudah berupaya melakukan dialog dengan mempertemukan mereka yang berseberangan, tapi justru masalahnya semakin meluas. Dan saat ini kami bertindak tegas, kita akan proses mereka oknum yang terlibat untuk memberikan efek jera dengan menindak secara hukum,” ujar Andry Wibowo kepada media usai melakukan pertemuan dengan tokoh daerah yang bertikai di salah satu tempat di wilayah jalan Laksda Adisutjipto, Senin (4/7/2022).

Terkait persoalan etnis kesukuan dalam situasi di Babarsari, Andry menegaskan hal tersebut tidak menjadi masalah di mata hukum. Tindakan tegas secara hukum tidak memandang etnis kesukuan, yang salah harus dihukum.

“Hukum harus ditegakkan. Justru karena tidak ditindak secara hukum, mereka semakin berani. Makanya kita kumpulkan tokoh pemuda dan daerah asal NTT, Maluku dan Papua disini agar kita satu pemahaman yang salah harus ditindak dan peristiwa seperti ini jangan terjadi lagi,” tegas Andry.

Kabida DIY saat ini meminta kepada tokoh daerah yang ada di Yogya untuk bisa menenangkan dan berdialog dengan warga asal daerah mereka yang terlibat atau pun tidak untuk bisa menjaga sikap dan ketentraman. Pihak kepolisian juga akan mendatangi rumah sakit tempat dimana para korban luka akibat bentrok dirawat untuk meminta kejelasan terkait peristiwa rusuh tersebut.

“Ada tiga langkah untuk menghentikan aksi ini yaitu mencegah terjadi rusuh susulan, mengamankan para pelaku rusuh dan melakukan cooling down dengan melakukan komunikasi dengan komunitas atau warga asal mereka. Yang pasti DIY harus aman, Gubernur sudah meminta Polda DIY bertindak tegas kita respon dan kita lakukan pengawalan untuk menyelesaikan kasus ini,” pungkas Andry.

Leave a Reply

Your email address will not be published.