Jokowi: Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur Pencegah Banjir

Jokowi: Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur Pencegah Banjir

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur pencegah banjir di Jakarta.

Basuki menjelaskan, masterplan pengendalian banjir Jakarta sudah ada sejak tahun 1973 oleh NEDECO Belanda, kemudian di-review oleh Jaica tahun 1997 dan 2007. Di sini ada Banjir Kanal Barat, Banjir Kanal Timur, kemudian normalisasi sungai Ciliwung dan sodetan antara Ciliwung ke Banjir Kanal Timur.

“Banjir Kanal Timur sudah dampaknya Kelapa Gading kan sekarang relatif enggak kebanjiran, kemarin juga saya kira agak bisa dikendalikan. Ini yang sekarang sedang kami lakukan adalah kemudian ada skema-skema ini,” kata Basuki dikutip dari laman Setkab, Sabtu (4/1/2020).

Basuki menjelaskan, debit Kali Ciliwung ini ada 570 meter kubik per detik. Sementara sebelum dinormalisasi kapasitasnya sungai itu hanya lebarnya sekitar 10 sampai 20 meter untuk menampung debit air yang hanya 200 meter kubik per detik. Padahal debit banjir Ciliwung sampai 570 meter kubik per detik, sehingga memang harus dibesarkan kapasitas tampung kali Ciliwungnya.

Termasuk kalau sodetan sudah jadi, menurut Basuki, itu mengalirkan 60 meter kubik per detik debit banjir kali Ciliwung ke Banjir Kanal Timur, sehingga beban di Manggarai atau yang di hilir akan menjadi lebih lebih kecil.

“Bapak presiden mengarahkan bahwa tetap lanjutkan.

Penanganan banjir di Jakarta ini ada bagian hulu dibangun 2 bendungan, Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi. Semua akan kita selesaikan pada tahun 2020 ini. pembebasan lahan sudah lebih dari 95%, jadi saya kira mudah-mudahan fisiknya bisa akan kita lakukan secepatnya. Sedangkan untuk sodetan, sudah 1,2 sudah diselesaikan 600 meter. Tinggal kurang 600 meter.

Ia menjelaskan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah berdiskusi, bermusyawarah dengan masyarakat untuk membebaskan inlate-nya supaya kita bisa bikin inlate di Ciliwung untuk bisa dialirkan.

“Insyaallah mudah-mudahan tidak terlalu lama akan bisa kita bebaskan. Kalau untuk normalisasi, kita juga sudah menyiapkan Rusunnya untuk 800 KK bisa kita pindahkan ke sini. Jadi kita sudah siapkan, di Pasar Rumput.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *