Indonesia ditargetkan bisa menjadi 10 negara ekonomi terbesar di dunia tahun 2030

Indonesia ditargetkan bisa menjadi 10 negara ekonomi terbesar di dunia tahun 2030

Perekonomian Indonesia perlahan semakin menyusut akibat dampak Pandemi Covid-19. Bahkan, pandemi itu membawa akibat kepada aspek kesehatan dan sosial masyarakat, penurunan daya belu hingga kepercayaan investor. 

Untuk itu, pemerintah terus mendorong perekonomian Indonesia agar tidak jatuh lebih dalam lagi melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional terutama pada sektor perlindungan sosial, kesehatan dan padat karya. 

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, Kemenperin sedang menyusun road map terhadap program substitusi impor. Harapannya, di tahun 2020 nanti substitusi impor di Indonesia sudah berada pada titik setidaknya 35%. 

Dalam sebuah webinar, Agus menjelaskan, ada tujuh sektor utama yang akan didorong menjadi prioritas agar program substitusi impor bisa tercapai yakni antara lain Elektronik, Farmasi, Automotif, Kimia, Makanan dan Minuman, Tekstil dan Busana serta Alat Kesehatan. 

Agus menyebut, sebelum adanya Covid-19, pemerintah hanya menargetkan lima sektor industri saja yang akan didorong yakni Otomotif, Kimia, Elektronik, Tekstil serta Makanan dan Minuman. 

“Kita juga akan menyelaraskan “Making Indonesia 4.0” yang sudah diluncurkan dari tahun 2018, Karena kami percaya dengan menerapkan teknologi digital pasti bisa membantu industri dalam melakukan kegiatan operasionalnya dan daya saing yang kuat,” Jelas Agus dalam webinar, Selasa (4/8). 

Kemenperin juga menargetkan dengan menyelaraskan Making Indonesia 4.0, maka Indonesia ditargetkan bisa menjadi 10 Ekonomi Terbesar dunia di tahun 2030 mendatang. Selain itu, pemerintah juga berharap penerapan itu bisa meningkatkan produktivitas terhadap biaya hingga dua kali lipat serta mendorong 2% pengeluaran R&D terhadap PDB di Indonesia.

Sumber : nasional.kontan.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *