Hikam Sarankan PDIP dan ANAK NKRI Ambil Jalan Damai

Hikam Sarankan PDIP dan ANAK NKRI Ambil Jalan Damai

Suarayogyakarta – Pengamat politik dari President University, Muhammad AS Hikam menilai bahwa kasus pembakaran bendera PDI Perjuangan oleh oknum massa aksi Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK NKRI) dalam aksi unjuk rasa di depan DPR RI pada hari Rabu (24/6) harus dipisahkan dari konteks perjuangan tentang penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Bagi Hikam, aksi unjuk rasa penolakan penolakan RUU HIP adalah bentuk upaya demokrasi yang dilakukan oleh elemen ANAK NKRI.

“Protes terhadap RUU HIP adalah hak warganegara dalam sistem demokrasi,” kata Hikam.

Sementara kasus pembakaran benderan PDI Perjuangan adalah murni persoalan etika yang bisa diseret ke ranah yuridis.

“Pembakaran bendera PDIP adalah sebuah tindakan politik yang dapat dianggap melanggar etika dan atau aturan hukum,” ujarnya.

Selanjutnya, atas insiden pembakaran bendera mereka oleh oknum massa ANAK NKRI itu, PDI Perjuangan memilih menempuh jalur hukum, sementara ANAK NKRI justru mengambil langkah lain yakni menyerukan siaga perang terhadap upaya PDI Perjuangan itu.

Melihat situasi itu, Hikam berpendapat bahwa upaya hukum yang ditempuh oleh PDI Perjuangan justru merupakan pilihan yang sangat baik ketimbang melakukan serangan fisik. Bahkan sikap PDI Perjuangan lebih baik dibanding sikap ANAK NKRI yang menyerukan jihad qital itu.

“Bagi saya sebagai pengamat politik, pendekatan PDIP lebih demokratis, elegan dan konstruktif dibanding apa yang dipilih ANAK-NKRI,” paparnya.

Hanya saja, mantan Menteri Riset dan Teknologi itu menilai akan jauh lebih baik ketika kedua belah pihak mengambil jalan damai dalam menyelesaikan konflik.

“Akan lebih baik jika semua pihak melakukan resolusi konflik dengan saling berdialog. Sebab menggunakan jalan hukum, apalagi melakukan ancaman kekerasan, keduanya akan makin memicu ketegangan dan bukan sebuah solusi yang baik dalam situasi saat ini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *