Suara Yogyakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mendukung langkah pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19 ini. Khususnya yang berkaitan dengan program vaksinasi Covid-19 yang sudah dimulai sejak beberapa pekan lalu.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Cholil Nafis mengatakan salah satu bentuk dukungannya adalah dengan mempercepat dalam melakukan audit dan pemeriksaan kehalalannya.
“Pada prinsipnya kami dukung semua program pemerintah terkait vaksinasi ini. Tentu kita akan mempercepat melakukan audit, melakukan pemeriksaan halal sehingga tidak memperlambat vaksinasi,” ujarnya dalam acara Webinar Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit, Sabtu (30/1/2021).
Termasuk juga pada tiga vaksin baru selain Sinovac yang sudah diamankan oleh pemerintah yakni AstraZeneca, Pfizer dan Novavax. Meskipun, hingga saat ini pihaknya masih belum menerima pengajuan pemberian fatwa halal dari pemerintah terkait tiga vaksin tersebut.
“Nah yang tiga disebutkan oleh Pak Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) tadi kami belum menerima juga belum meneliti. Mungkin nanti setelah ada kepastian atau hubungan dari pemerintah biasanya baru diajukan kepada MUI,” jelas Cholil.
Menurut Cholil, upaya pemerintah untuk mendapatkan herd immunity dengan 80% penduduk Indonesia untuk divaksin perlu didukung. Sehingga, Indonesia bisa segera terbesar dari pandemi Covid-19 yang terjadi hampir satu tahun lamanya.
“(MUI) tidak memperlambat vaksinasi dengan target 67% sampai 80% sehingga terjadi herd immunity-nya itu dan kita bisa terbebas dari pandemi Covid-19,” tuturnya.
