Categories kesehatan

Covid-19 Naik, Masyarakat Diingatkan Vaksinasi dan Prokes

Masyarakat diminta untuk segera melakukan vaksinasi serta menegakkan protokol kesehatan menyusul naiknya kasus Covid-19. Hal itu ditegaskan oleh Tim Subbidang Optimalisasi Fasilitas Kesehatan (Faskes), Satgas Penanganan Covid-19, Fathiyah Isbaniah. Fathiyah mengatakan bahwa perkembangan Covid-19 kembali mengalami peningkatan selama 10 hari terakhir ini.

Oleh karena itu, Satgas Fathiyah mengimbau masyarakat yang belum divaksinasi untuk segera divaksinasi serta kembali memperkuat protokol kesehatan (prokes). Pasalnya, meski terjadi kenaikan kasus, namun angka kematian masih rendah dibandingkan gelombang sebelumnya.

“Hal ini membuktikan bahwa vaksinasi berperan. Tetapi di suatu sisi protokol kesehatan masyarakat kita sudah mulai mengendur di mana sudah banyak keramaian -keramaian dan ada pasti satu atau dua orang yang melanggar prokes seperti tidak menjaga jarak dan tidak menggunakan masker, dan hal ini harus diperhatikan,” ujarnya pada dialog bertajuk “Perkembangan Kasus Covid-19 di DKI Jakarta dan Keterisian RSDC Wisma Atlet Kemayoran” secara daring, Senin (1/8/2022).

Fathiyah menyebutkan, cakupan vaksinasi masih rendah, terutama booster masih di bawah 30%. Sedangkan vaksinasi dosis kedua belum mencapai 70% seperti diharapkan untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok.

Pada kesempatan sama, ia menyoroti tentang kesiapan fasilitas kesehatan (faskes). Menurut Fathiyah, keterisian faskes belum meningkat, rata-rata rumah sakit menerima pasien Covid-19 yang komorbid.

Fathiyah menyebutkan, cakupan vaksinasi masih rendah, terutama booster masih di bawah 30%. Sedangkan vaksinasi dosis kedua belum mencapai 70% seperti diharapkan untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok.

Pada kesempatan sama, ia menyoroti tentang kesiapan fasilitas kesehatan (faskes). Menurut Fathiyah, keterisian faskes belum meningkat, rata-rata rumah sakit menerima pasien Covid-19 yang komorbid.

“Hal ini membuktikan bahwa vaksinasi berperan. Tetapi di suatu sisi protokol kesehatan masyarakat kita sudah mulai mengendur di mana sudah banyak keramaian -keramaian dan ada pasti satu atau dua orang yang melanggar prokes seperti tidak menjaga jarak dan tidak menggunakan masker, dan hal ini harus diperhatikan,” ujarnya pada dialog bertajuk “Perkembangan Kasus Covid-19 di DKI Jakarta dan Keterisian RSDC Wisma Atlet Kemayoran” secara daring, Senin (1/8/2022).

Fathiyah menyebutkan, cakupan vaksinasi masih rendah, terutama booster masih di bawah 30%. Sedangkan vaksinasi dosis kedua belum mencapai 70% seperti diharapkan untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok.

Pada kesempatan sama, ia menyoroti tentang kesiapan fasilitas kesehatan (faskes). Menurut Fathiyah, keterisian faskes belum meningkat, rata-rata rumah sakit menerima pasien Covid-19 yang komorbid.

Menurutnya, pasien diketahui terinfeksi Covid-19 karena ditemukan secara tidak sengaja. Dalam hal ini, pasien tersebut melakukan testing Covid-19 untuk kepentingan lain seperti operasi dan lainnya. Namun, sebelum melakukan operasi harus melakukan skrining dan hasilnya positif.

Sementara untuk kasus Covid-19 pneumonia dengan gejala berat umumnya karena vaksinasi belum lengkap divaksinasi. Sedangkan untuk yang sudah divaksinasi cukup terlindungi.

“Tetapi ingat, selain vaksinasi tetap harus menjalankan prokes. Sebab, dengan vaksinasi kita melindungi diri kita sendiri dan melindungi orang lain terutama masyarakat lansia dan komorbid,” ucapnya.

Fathiyah juga mengatakan bagi masyarakat yang terinfeksi Covid-19 dan tidak memiliki tempat isolasi mandiri (isoman) di rumah dapat melakukan isolasi terpusat (isoter) yang telah disediakan pemerintah.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *