Sejumlah calon investor asing mulai tertarik berinvestasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Ada calon investor asal Rusia dan Malaysia yang menyatakan minatnya untuk berkontribusi dalam pembangunan ibu kota negara baru. Calon investor dari dua negara yang berbeda ini, mengunjungi Kantor Otorita IKN di Jakarta maupun di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Untuk menggali potensi investasi di IKN.
Kunjungan dari perusahaan ritel terkemuka asal Rusia, Magnit, melalui Representasi Dagang dari Federasi Rusia di Republik Indonesia diterima Kepala Otorita IKN Mochamad Basuki Hadimuljono di Kantor Otorita IKN, Jakarta. Untuk membahas peluang kerja sama antara Otorita IKN dengan calon investor asal Rusia tersebut.
Pada pertemuan ini, Otorita IKN menyampaikan progres pembangunan, serta memaparkan kerja sama sektor swasta, seperti halnya investor Magnum yang juga berasal dari Rusia.
“Kami menerima kunjungan dari pihak Rusia, untuk nantinya melihat-lihat sektor mana yang dapat diisi,” kata Kepala Otorita IKN Mochamad Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulisnya, saat menerima kunjungan delegasi dari negara Rusia di Kantor Otorita IKN Jakarta.
Mochamad Basuki Hadimuljono juga didampingi Sekretaris Otorita IKN Bimo Adi Nursanthyasto dan Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono. Sementara, dari Representasi Dagang dari Federasi Rusia di Republik Indonesia dihadiri oleh Alexander Masaltsev, yang didampingi Nikita Lurchikov dan Timur Efremov selaku Chief Expert.
“Mereka (Rusia) menyampaikan keinginan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kemajuan dari pembangunan IKN, dan juga akan adanya minat dari perusahan-perusahan Rusia ke IKN, tadi disampaikan juga tahun 2025 rencananya mereka ke IKN,” ucap Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Agung Wicaksono.
Perlu diketahui bahwa investor IKN akan mendapat insentif sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2024 juncto PP Nomor 12 Tahun 2023 tentang Pemberian Perizinan Berusaha, Kemudahan Berusaha, dan Fasilitas Penanaman Modal Bagi Pelaku Usaha di IKN. Calon investor asal Rusia itu, mendapatkan informasi bahwa insentif berinvestasi di IKN sangat menarik, dan Otorita IKN memang membuka seluas luasnya kerja sama dengan pihak swasta baik dari dalam maupun luar negeri.
“Termasuk dalam hal ini dengan negara Rusia. Seperti investor Magnum yang sudah melakukan groundbreaking pada September 2024 lalu,” pungkas Agung Wicaksono.
Pada hari yang sama, Delegasi Sabah, Malaysia bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kinabalu melakukan kunjungan ke di Kantor Otorita IKN, Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kerja sama bilateral khususnya antara Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia dan Negara Bagian Sabah.
Dalam kunjungan ini, Delegasi Sabah yang dipimpin oleh Menteri Pembangunan Perindustrian dan Keusahawanan Negeri Sabah Malaysia, YB Datuk Phoong Jin Zhe, bersama jajaran dari KJRI di Kinabalu berkesempatan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan IKN.
Kegiatan ini diikuti oleh rombongan KJRI Kinabalu yang terdiri atas pejabat Kementerian Pembangunan Perindustrian dan Keusahawanan Sabah, Sabah Chinese Chamber of Commerce (SCCC), Air Asia Malaysia, agen travel, media, serta sejumlah pengusaha asal Malaysia.
Kunjungan Delegasi Sabah dan KJRI Kinabalu di IKN didampingi oleh Kedeputian Pendanaan dan Investasi bersama Biro Perencanaan, Organisasi, dan Kerjasama Otorita IKN. Rombongan berkesempatan melihat monitoring system pembangunan dan lingkungan IKN. Melalui Command Center Nusantara di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK). Kemudian, rombongan mendapatkan penjelasan terkait pembangunan IKN dan berbagai potensi investasi yang ada di wilayah IKN.
Pemaparan mengenai informasi pembangunan IKN dan peluang investasi disampaikan oleh Analis Keuangan Ahli Madya, Kedeputian Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Igor Mangunsong. Dalam pemaparan disampaikan update progres pembangunan IKN. Khususnya dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Termasuk sarana prasarana pendukung, seperti Bendungan Sepaku Semoi dan PLTS IKN. Selanjutnya disampaikan juga terkait potensi-potensi investasi yang ada di wilayah IKN. Serta pihak dan negara mana saja yang telah melakukan investasi di IKN. Dalam kunjungan ini Delegasi Sabah dan KJRI Kinabalu juga berkesempatan mengunjungi Plaza Seremoni untuk melihat langsung pembangunan perkantoran dan Kompleks Istana Negara.
“Saya merasa bersyukur karena diberikan kesempatan untuk memahami bagaimana kita dapat mengeratkan kerja sama antara Sabah dan Indonesia. Khususnya Kalimantan, dan khususnya lagi Nusantara. Ini sudah tentu akan membawa peluang dari segi perdagangan, investasi, dan juga dari segi pengembangan property. Tidak hanya bagi pengusaha dari Indonesia, tetapi juga bagi pengusaha dari Sabah akan mengambil peluang melihat pembangunan yang pesat ini, to seeing is believing,” ujar Menteri Pembangunan Perindustrian dan Keusahawanan Negeri Sabah Malaysia, YB Datuk Phoong Jin Zhe.
