Meningkatnya kasus COVID-19 di pekan kedua Januari 2022, termasuk ancaman Omicron yang diprediksi memuncak di pertengahan Februari hingga Maret, menjadi kewaspadaan semua pihak. Tak terkecuali Satgas Covid dan BIN di wilayah Yogyakarta.
Korwil BIN DIY di Yogyakarta Akbp Sugiyono menyampaiakan meski saat ini dinamika Covid-19 di Yogyakarta masih melandai dan kasus Omicron belum ditemukan di Yogyakarta, namun semua pihak harus tetap waspada dengan ketat menerapkan Protokol kesehatan.
“Kasus Covid di Yogyakarta masih terkendali. Tangal 24 Januari 2022 kemarin ada 4 kasus terkonfirmasi, jka melihat jumlah terkonfirmasi dalam sehari jumlah tersebut mulai menunjukan peningkatan sehingga hal ini menjadi warning. Selain waspada, kita juga harus siaga”, kata Akbp Sugiyono saat menggelar vaksinasi di XT-Square bagi anak usia 6-11 tahun dengan jumlah sasaran sebanyak 2.000 vaksin (25/01/2022).
Meski belum ditemukan kasus Omicron di Yogyakarta, dengan kejadian kasus yang mulai meningkat, masyarakat harus tetap mewaspadainya. “Data di Dinkes belum ada (kasus Omicron), tapi kita tidak boleh lengah”.
Beberapa langkah yang harus dilakukan, merujuk pada keputusan pemerintah, adalah memastikan berjalannya protokol kesehatan (Prokes), percepatan vaksinasi, dan pengetatan mobilitas warga. ”Hari ini dan seterusnya kita lakukan akselerasi vaksinasi. Anak-anak yang mulai PTM, masyarakat rentan, dan booster harus diakselerasi bersama sama’, kata Akbp Sugiyono.
Selain vaksinasi, pengawasan ketat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah, operasi Dalwasgab taat Prokes, dan pemberlakuan kembali bekerja dari rumah atau pembatasan kerja di kantor sedang dupayakan kembali. “Pengawasan PTM, pemberlakuan WFH dan WFO di perkantoran pemerintah, hingga operasai Dalwas diharapkan kembali diberlakukan guna memastikan gelombang Omicron tidak terjadi dan menimbulkan dampak serius”, tutupnya.
