Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan pembangunan 222 gedung satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) sebagai infrastruktur pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menteri PU, Dody Hanggodo menyatakan, pembangunan SPPG dilakukan untuk mengejar target penyediaan infrastruktur program MBG yang ditetapkan pemerintah. Penentuan lokasi pembangunan dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sementara Kementerian PU bertugas melakukan survei kesiapan lahan dan pembangunan fasilitas.
“Kita sudah kerjakan ada sekitar 222 SPPG. Sebagian ada juga yang di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Jadi titiknya itu kita koordinasi langsung dengan BGN dan Kemendagri. Kita hanya survei saja, apakah tanahnya bisa segera kita bangun karena kita juga kan dikejar target,” kata Dody dalam media briefing di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, dikutip Senin (8/6/2026).
Menurut Dody, seluruh bangunan SPPG tersebut telah rampung dibangun dan saat ini tengah memasuki proses serah terima kepada BGN. “Saat ini sedang berproses serah terima dengan BGN. Mungkin BGN akan mengecek satu per satu. Namun, secara utuh sudah selesai semua,” tutur dia.
Ia menambahkan, Kementerian PU akan berkoordinasi dengan pimpinan baru BGN untuk memastikan seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan dan beroperasi.
Lebih lanjut, Dody menyebut sebagian SPPG yang dibangun berada di wilayah 3T, termasuk di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini dan PLBN Motamasin, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pembangunan SPPG di kawasan perbatasan tersebut, kata Dody, ditujukan untuk mendukung layanan pemenuhan gizi masyarakat di daerah yang memiliki keterbatasan akses.
SPPG di PLBN Wini dibangun di atas lahan seluas 1.408,63 meter persegi (m2) di Kabupaten Timor Tengah Utara, sedangkan SPPG di PLBN Motamasin berdiri di atas lahan seluas 1.469,12 m2 di Kabupaten Malaka.
Menteri PU turut memaparkan, fasilitas SPPG yang dibangun dilengkapi dapur utama, area cuci alat dan bahan makanan, gudang kering dan basah, ruang penyimpanan peralatan, tempat parkir, jaringan air bersih, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Selain itu, tersedia ruang panel, tempat pembuangan sampah (TPS), dan fasilitas pendukung lainnya.
“Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan makanan bergizi bagi masyarakat, termasuk di daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses,” pungkas Dody.
