Dalam sepuluh tahun terakhir, pembangunan infrastruktur di Indonesia mengalami percepatan yang signifikan. Proyek-proyek besar, dari jalan tol hingga Ibu Kota Nusantara, menjadi bagian dari visi Presiden Jokowi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Pembangunan infrastruktur di Indonesia telah menjadi prioritas utama selama era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Selama satu dekade terakhir, berbagai proyek besar diluncurkan untuk memperkuat konektivitas dan mendukung transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Tak hanya difokuskan di Pulau Jawa, pembangunan ini juga menyasar wilayah-wilayah yang sebelumnya kurang tersentuh, dalam konsep pembangunan Indonesiasentris—visi untuk memastikan seluruh wilayah Indonesia dapat terhubung secara fisik dan ekonomi.
Sejak awal kepemimpinannya, Jokowi menekankan pentingnya infrastruktur sebagai “lokomotif” yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Infrastruktur yang baik bukan hanya menciptakan konektivitas antarwilayah, tetapi juga mempercepat pergerakan barang dan jasa, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sepuluh tahun terakhir, pemerintah telah membangun berbagai infrastruktur, termasuk 2.103 km jalan tol, 40 bendungan, 27 bandara baru, serta proyek besar lainnya seperti jalur kereta api dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Tak hanya itu, konektivitas antarwilayah diperkuat dengan pembangunan jalur Trans-Papua, Trans-Kalimantan, dan Trans-Sumatra, yang dirancang untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang selama ini terisolasi.
