Suara Yogyakarta – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) berencana menggunakan kembali strategi yang terbukti sukses pada Pemilu 2024 dalam penyelenggaraan Pilkada 2024, November 2024 mendatang.
Hal ini dilakukan untuk memastikan suasana Pilkada yang kondusif, aman, dan damai bagi semua pihak.
Plt Kepala Bakesbangpol DIY, Dewo Isnu Broto Imam Santoso mengatakan bahwa kolaborasi dengan KPU, Bawaslu, TNI, Polri dan dan masyarakat tetap menjadi strategi yang utama.
Kolaborasi ini harus bisa saling memberikan masukan mengenai upaya-upaya agar Pemilukada di kabupaten/kota bisa berjalan dengan damai dan penuh dengan integritas.
“Kesbangpol juga punyo posko Pemilukada. Kalau kemarin kita punya posko Pemilihan Umum, sekarang kita buat pula posko Pemilukada. Posko tersebut tugasnya adalah melakukan pemantauan dan pengawasan untuk melihat situasi dan kondisi sebelum, saat dan pasca Pemilukada,” ujar Dewo.
Dewo mengatakan, terlaksananya Pemilu 2024 dengan lancar di wilayah DIY tidak akan membuat pihaknya lengah.
Sebaliknya, keberhasilan itu menjadi pemicu untuk terus berbenah diri dalam mewujudkan suasana aman, damai dan tentram di DIY saat Pilkada. Sebab, Pilkada memiliki potensi gesekan yang besar pada masyarakat. Maka upaya preventif menjadi salah satu prioritas dalam mewujudkan Pemilu damai.
“Upaya kami sebenarnya tidak hanya pengawasan tetapi juga mulai dari sosialisasi sebelumnya. Kami akan gencarkan sosialisasi dengan berbagai sasaran, baik generasi muda, masyarakat, maupun teman-teman disabilitas,” jelas Dewo.
Diakui Dewo, sosialisasi dan edukasi yang masih membuat masyarakat DIY terdidik untuk menggunakan hak pilihnya dalam hal politik dan kewajiban sebagai warga negara. Dengan demikian pelaksanaan Pilkada 2024 di DIY dapat diharapkan berjalan dengan baik, penuh dengan integritas, dan semua masyarakat dapat dilayani dengan baik pula. Selain itu, Kesbangpol DIY bersama Bawaslu juga akan melakukan pengawasan langsung ke TPS-TPS.
Dewo menyebut, apa yang dilakukan ini merupakan tanggung jawab besar yang diemban oleh DIY. Apalagi sesuai dengan arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, stabilitas politik, keamanan dan ketentraman DIY selama Pemilu dapat terwujud. Langkah kolaborasi dengan berbagai perangkat dan stakeholder ini memang harga yang tak bisa ditawar dalam menjaga DIY tetap kondusif.
“Menjaga suasana kondusif memang sangat penting. Suasana kondusif DIY tidak hanya diciptakan oleh teman-teman TNI atau Polri saja atau Kesbangpol saja, tetapi juga harus semua tanggung jawab itu ada pada lapisan masyarakat maupun dari pemerintah daerah dan para stakeholder yang lain,” pungkasnya.
