Pemerintah menargetkan perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6 persen pada 2027 di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi. Pemerintah menilai penguatan investasi, produktivitas tenaga kerja, ekspor bernilai tambah, serta efisiensi logistik menjadi faktor penting untuk menjaga momentum pertumbuhan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan kondisi perekonomian global masih menghadapi tekanan dari tiga kanal risiko utama, yakni energi dan logistik, perdagangan dan investasi, serta pasar keuangan.
Di tengah tekanan eksternal tersebut, ekonomi Indonesia tetap mencatatkan kinerja positif. Pertumbuhan ekonomi pada semester I-2026 mencapai 5,45 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, inflasi pada Agustus 2026 tercatat 3,19 persen.
Indikator sosial ekonomi lainnya juga menunjukkan kondisi yang relatif terjaga. Tingkat kemiskinan tercatat 8,07 persen, rasio Gini 0,368, dan tingkat pengangguran 4,65 persen.
Dari sisi investasi, sebanyak 50,2 persen realisasi investasi pada semester I-2026 berada di luar Pulau Jawa. Kondisi tersebut menunjukkan semakin luasnya persebaran aktivitas ekonomi nasional. Indonesia juga mempertahankan peringkat kredit BBB dengan prospek (outlook) stabil dari S&P di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Untuk tahun 2027, kami menargetkan pertumbuhan sebesar 6,0 persen, inflasi 2,5 persen. Tiga kondisi harus terpenuhi, yakni pertumbuhan investasi yang melampaui pertumbuhan PDB, produktivitas per pekerja yang lebih tinggi, dan ekspor bernilai tambah lebih tinggi dengan dukungan logistik yang efisien,” kata Airlangga dalam HSBC Summit 2026: Mobilising Growth In a New Global Order, Selasa (29/9/2026).
Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen pada 2029. Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah menyiapkan bauran kebijakan yang menggabungkan kebijakan fiskal, moneter, investasi, dan penguatan sektor swasta.
Kebijakan fiskal diarahkan sebagai katalis pertumbuhan, sedangkan kebijakan moneter difokuskan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembiayaan perbankan.
Di sisi investasi, Danantara bersama sektor swasta diarahkan untuk mempercepat penanaman modal. Sejumlah sektor yang menjadi mesin pertumbuhan antara lain kendaraan listrik, digitalisasi, semikonduktor, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), pertanian, dan energi.
Pemerintah juga menyiapkan empat strategi utama untuk menopang target tersebut. Strategi itu meliputi deregulasi dan debottlenecking, penguatan investasi dan pembiayaan, peningkatan produktivitas serta keterampilan tenaga kerja, dan perluasan akses pasar melalui diplomasi ekonomi.
Dalam pengembangan sumber daya manusia, pemerintah menyiapkan program magang untuk 150.000 peserta dan 220.000 lulusan pendidikan vokasi. Sementara dari sisi perdagangan, sebanyak 25 perjanjian perdagangan telah diimplementasikan dan 13 perjanjian lainnya masih dalam tahap negosiasi.
Airlangga menilai ketahanan energi dan transformasi digital menjadi dua fondasi penting dalam memperkuat perekonomian nasional. Di sektor digital, QRIS telah digunakan oleh 61 juta pengguna dan 44 juta merchant. Nilai ekonomi digital Indonesia juga telah mendekati 100 miliar dolar AS.
Pengembangan ekosistem digital diarahkan untuk membangun rantai nilai yang terintegrasi, mulai dari pusat data, AI, semikonduktor hingga pengembangan talenta digital.
Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 9 juta tenaga digital hingga 2030 atau sekitar 600.000 tenaga profesional setiap tahun. Sementara itu, kawasan Nongsa ditargetkan mampu menciptakan lebih dari 8.000 lapangan kerja di bidang teknologi.
Momentum investasi nasional juga terus berlanjut. Realisasi investasi pada semester I-2026 mencapai sekitar Rp1.010 triliun, atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Investasi tersebut menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja. Komposisinya terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 50,2 persen dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 49,8 persen.
Pemerintah juga memperkuat iklim investasi melalui penyederhanaan regulasi dan peningkatan kepastian layanan. Salah satunya melalui penerapan Service Level Agreement (SLA) untuk mempercepat proses persetujuan dan perizinan berbasis risiko.
Upaya mengatasi hambatan investasi turut dilakukan melalui Satuan Tugas Deregulasi. Hingga saat ini, satuan tugas tersebut telah menyelesaikan 135 dari 177 pengaduan yang berkaitan dengan kendala regulasi dan investasi.
Pemerintah juga terus mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai pusat investasi dan pertumbuhan ekonomi baru. Saat ini terdapat 25 KEK dengan luas hampir 24.000 hektare yang mencakup berbagai sektor, mulai dari industri, pariwisata, kesehatan, pendidikan, teknologi, digital hingga jasa.
Pengembangan KEK juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem talenta digital. Salah satunya melalui KEK pendidikan di Malang yang telah menjadi lokasi operasional King’s College dan akan segera membuka India Institute of Management Bangalore.
Di sektor industri padat karya, industri tekstil dan alas kaki disebut berkontribusi terhadap sekitar 4 juta lapangan kerja dengan nilai ekspor sekitar 12 miliar dolar AS. Pemerintah juga terus memperluas akses pasar internasional melalui penguatan posisi Indonesia di G20, proses aksesi OECD yang telah mencapai hampir 80 persen, serta upaya keanggotaan dalam CPTPP.
Airlangga menegaskan bahwa capaian ekonomi tidak cukup hanya diukur dari angka investasi atau pertumbuhan. Menurut dia, kebijakan ekonomi harus mampu menghasilkan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, serta memperbaiki kesejahteraan masyarakat.
“Angka semata tidak menciptakan kemakmuran, yang terpenting adalah mengubah investasi, teknologi, dan reformasi menjadi lapangan kerja, produktivitas, dan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat kita,” pungkas Airlangga.
Acara tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan dan Pengelolaan BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Presiden Direktur HSBC Indonesia beserta jajaran.
