Categories Sleman

Prodi Ketahanan Nasional UGM Gelar Kuliah Umum dan Pelatihan Jurnalisme Warga di Sleman

Sleman, 13 September 2025 – Program Studi Magister Ketahanan Nasional, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan kuliah umum sekaligus pelatihan jurnalisme warga di Aula Balai Kalurahan Margokaton, Seyegan, Sleman. Kegiatan bertema “Penguatan Jurnalisme Warga untuk Mewujudkan Ketahanan Sosial Budaya” ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan literasi jurnalistik dan digital para pemuda desa.

Acara yang merupakan bagian dari agenda Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tersebut melibatkan Pemuda Karang Taruna Margokaton dan mendapat dukungan penuh dari Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon (Forkopimcam) Seyegan beserta perangkat kalurahan setempat.

Ketua Prodi Ketahanan Nasional UGM, Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si., dalam kuliah umum menegaskan pentingnya jurnalisme warga sebagai sarana memperkuat kohesi sosial budaya sekaligus melawan arus informasi menyesatkan.

“Generasi muda harus sadar bahwa ruang digital adalah ruang publik yang menuntut etika dan tanggung jawab. Jurnalisme warga bisa menjadi wadah partisipasi masyarakat dan benteng melawan hoaks,” ujar Prof. Armaidy.

Ia juga mengajak peserta untuk merefleksikan kembali nilai kebangsaan melalui lagu “Ibu Pertiwi” dan “Indonesia Pusaka”. Menurutnya, getaran emosional saat menyanyikan lagu kebangsaan menunjukkan bahwa harapan bagi Indonesia tetap hidup, meski tantangan besar justru muncul dari kelalaian warga menjaga etika publik.

Satria Manggalana, salah satu peserta, menyambut positif kegiatan ini. “Kami bukan hanya belajar dasar-dasar jurnalistik, tapi juga mendapat pemahaman baru tentang jurnalisme warga. Harapannya, bisa terbentuk portal berita desa yang menjadi ruang informasi generasi muda dan memperkenalkan potensi Margokaton ke luar,” tuturnya.

Selain kuliah umum, peserta juga mengikuti sesi pelatihan teknis meliputi penulisan berita, foto jurnalistik, etika media, hingga literasi digital. Materi disampaikan oleh akademisi UGM serta praktisi dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, di antaranya jurnalis senior Bambang Muryanto dan fotografer Ade Dani.

Melalui pelatihan ini, pemuda Karang Taruna Margokaton diharapkan mampu menghasilkan karya jurnalistik komunitas yang dapat dipublikasikan melalui kanal digital desa. Upaya tersebut tidak hanya meningkatkan literasi masyarakat, tetapi juga memperkuat kohesi sosial dan mendukung pemberdayaan ekonomi lokal.

“Harapan kami, pemuda Margokaton menjadi pionir ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab. Dengan jurnalisme warga, mereka ikut menjaga ketahanan sosial budaya sekaligus mengangkat potensi lokal desa,” pungkas Prof. Armaidy.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *