Categories kesehatan Nasional

Negara Hadir di Ruang-Ruang Kelas Melalui Program MBG

Suara Yogyakarta – Negara kini hadir di ruang kelas melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak Indonesia.

“Lewat sepiring makan bergizi, negara hadir di ruang kelas, di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, dan di hati masyarakat,” kata Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi, Noudhy Valdryno, di Jakarta, Jumat (8/8). 

Ia menegaskan jutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita kini mendapatkan makanan bergizi setiap hari. MBG diharapkan meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar anak-anak di sekolah. 

Program ini turut mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ryno, sapaan akrab Noudhy Valdryno, menyebut MBG sebagai investasi terbaik yang dapat dilakukan bangsa Indonesia. 

Program ini juga telah diakui berbagai organisasi internasional, termasuk School Meals Coalition, sebagai langkah tepat bagi negara berkembang. Saat ini, MBG telah menjangkau delapan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. 

Penerima terdiri dari siswa PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, dan ibu hamil yang terdaftar di layanan kesehatan. Balita yang mengikuti Posyandu juga termasuk dalam penerimanya.

Dewan Pakar Badan Gizi Nasional (BGN) Ikeu Tanziha mengatakan program ini mulai menunjukkan dampaknya terhadap status gizi masyarakat. Hal tersebut terlihat dari peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) anak dan remaja di wilayah penerima manfaat.

“Hasil pemantauan selama 15 minggu di Kota Bogor menunjukkan adanya peningkatan rata-rata IMT menurut umur. Hal serupa terjadi di Aceh, di mana status gizi siswa sekolah dasar membaik,” ujar Ikeu.

Ikeu menambahkan MBG juga meningkatkan konsentrasi siswa di kelas, sejalan dengan studi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Program ini terbukti membantu fokus belajar dan kemampuan kognitif siswa, khususnya yang sebelumnya tidak sarapan.

Data BRIN menunjukkan hasil signifikan di Bogor, Papua, dan SMK Negeri 6 Medan. Di sekolah tersebut, MBG meningkatkan motivasi kehadiran dan konsentrasi belajar siswa secara nyata.

Program ini juga membuka lapangan kerja melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi serta memberdayakan UMKM dan BUMDes. Salah satu pekerja SPPG Seyegan 01 di Sleman, Suratina, mengaku senang mendapatkan pekerjaan ini. 

“Saya suka teringat cucu saya di rumah. Teringat saat menyediakan bekal untuk saya dulu,” ujar nenek lima cucu berusia 63 tahun yang memperoleh manfaat penghasilan dan teman baru di dapur pelayanan gizi tersebut.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *