Tak seperti biasanya, warga Pasar Wates mengawali aktivitasnya dengan menggelar upacara bendera menyambut HUT ke-79 RI, kemarin (17/8). Upacara yang diikuti sekitar 500 orang, dari kuli gendong, tukang parkir, pedagang, hingga pengurus pasar dihelat di halaman pasar.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Pasar Wates Yohanes Bambang Sunarto menyebut, upacara itu dilakukan sebagai perwujudan kemerdekaan perekonomian melalui pasar tradisional.
Upacara digelar sederhana namun penuh khidmat. Pedagang yang mayoritas perempuan ini rela berpanas-panasan. Mereka mengenakan pakaian sperti biasa ketika melakukan aktivitas sehari-hari. Walaupun begitu, mereka mengikuti upacara dengan serius. “Kami rutin mengadakan upacara seperti ini. Petugas upacara dari pengurus pasar,”jelasnya.
Upaca yang digelar di pasar tradisional ini memang sengaja diadakan oleh pihaknya. Lantaran, selama ini banyak pedagang dengan kesibukan aktivitas jual beli justru melupakan momentum ini. Padahal momen hari kemerdekaan harus dihayati serta diingat oleh segenap rakyat indonesia, terlepas dari strata sosial dan pekerjaan. Kemerdekaan menjadi tonggak sejarah NKRI dalam membuka lembaran baru kenegaraan.
Bagi Pasar Wates beserta warga di dalamnya, momen kemerdekaan, diharapkan menjadi tonggak dan perwujudan kemerdekaan perekonomian yang bermula dari pasar tradisional. Di tengah gempuran pasar modern, pasar tradisional masih dan mampu bertahan. Terlebih melemahnya perekonomian, memperlihatkan pasar tradisional tetap eksis karena memiliki aktivitas perekonomian yang merdeka.
Salah satu pedagang Pasar Wates Veronica Samiasih cukup antusias mengikuti upacara. Lantaran, upacara merupakan wujud kecintaannya terhadap bangsa. Pedagang yang kerap dipanggil Asih ini bahkan menyiapkan kelompok paduan suara, terdiri dari para pedagang. Mereka inilah yang melantunkan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.”Kami rela tak berjualan untuk mempersiapkan upacara ini. Berlatih selama 8 kali,”ujarnya.
