Omnibus Law Dijadikan Solusi Perbaiki Ekonomi Pasca Pandemi

Omnibus Law Dijadikan Solusi Perbaiki Ekonomi Pasca Pandemi

Suarayogyakarta.com – Pemerintah tengah menggodok rencana untuk menjadikan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law sebagai solusi atasi masalah ekonomi pascapandemi corona.

Salah satunya tujuannya yakni sebagai jalan terciptanya banyak lapangan pekerjaan baru setelah pandemi corona berlalu.

Menurut pemerintah, kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja akan sangat membantu dalam mempermudah terciptanya banyak lapangan pekerjaan.

Pemerintah memastikan Omnibus Law bisa bermanfaat tidak hanya bagi investor tetapi juga bagi masyarakat Indonesia keseluruhan.

Omnibus Law Diperlukan untuk Menciptakan Banyak Lapangan Pekerjaan

Perencanaan Omnibus Law sebagai solusi permasalahan ekonomi di masa mendatang pun saat ini tengah dalam proses penyusunan.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil turut mengamini rencana ini.

Menurut Sofyan, UU Cipta Kerja bisa mempermudah investasi dan terbukanya peluang bagi penyedia kerja dan pencari kerja pascapandemi berlalu.

“Kami mendorong generasi muda perlu menjadi wirausaha. Selain itu, kita juga perlu investasi dari luar dalam penciptaan lapangan kerja,”.

Omnibus Law Dapat Mempermudah dan Meningkatkan Investasi

Lebih dari itu, Sofyan berpendapat pemerintah perlu mempermudah investasi serta membuka peluang bisnis bagi para wirausahawan.

Salah satu caranya yakni dengan meminimalisir risiko investasi yang mungkin ditimbulkan.

Risiko yang dimaksud misalnya adanya sanksi bagi pihak pemohon Izin Mendirikan Bangunan (IMB) seperti yang tertera dalam Omnibus Law.

“Izin Mendirikan Bangunan (IMB) membuat orang bebas bisa membuat bangunan.

Melalui Omnibus Law, perizinan membangun diberi kemudahan namun ada sanksi apabila tidak memanfaatkan,”.

Sofyan pun mengingatkan, UU Cipta Kerja lahir dengan tujuan mempermudah investasi serta menciptakan lapangan kerja baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *